<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KONSELING VIRTUAL</title>
	<atom:link href="http://malieq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://malieq.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi untuk masa depan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 00:52:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='malieq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KONSELING VIRTUAL</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://malieq.wordpress.com/osd.xml" title="KONSELING VIRTUAL" />
	<atom:link rel='hub' href='http://malieq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENILIAN KINERJA GURU BK</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2012/01/25/penilian-kinerja-guru-bk/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2012/01/25/penilian-kinerja-guru-bk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[MGP KOTA JOGJAKARTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=138&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/konseling1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-160" title="konseling" src="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/konseling1.jpg?w=500" alt=""   /></a><a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/konseling.jpg"><br />
</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.</p>
<p>silahkan download</p>
<p>1. <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/03_pkg-umum3.ppt">power Point Pak Najib</a></p>
<p>2, <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/buku2p1.pdf">panduan PKG BK</a></p>
<p>3. <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/instrumen-pkg-bk01-mau-dicetak.xls">INSTRUMEN PENILAIAN</a></p>
<p>4.<a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/satlan-untuk-tugas-paikem01.doc">CONTOH SATLAN </a></p>
<p>5. <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/prog-bk-smart.ppt">PROG BK SMART</a></p>
<p>6. <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/peraturan-5-menteri-ttg-guru.pdf">PERATURAN 5 MENTERI TTG GURU</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=138&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2012/01/25/penilian-kinerja-guru-bk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://malieq.files.wordpress.com/2012/01/konseling1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">konseling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESALAHAN KOMUNIKASI DENGAN ANAK</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2012/01/18/kesalahan-komunikasi-dengan-anak/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2012/01/18/kesalahan-komunikasi-dengan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 00:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=133&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki dan membesarkan sang buah hati punya seni tersendiri. Apalagi, kata para pemerhati anak, tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua. Tak jarang, kita terlalu yakin mampu membesarkan buah hati dengan cara sendiri. Ternyata, tidak semudah itu. Berawal dari komunikasi sehari-hari, perkembangan anak pun bisa saja terganggu. Nah, bapak dan ibu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Anda lontarkan untuk buah hati tercinta.<span id="more-133"></span></p>
<p>Apa itu?</p>
<p>&#8221;Pergi sana! Bapak Mau Sendiri!&#8221;</p>
<p>Ketika Anda kerap melontarkan kata-kata ini pada anak, Suzette Haden Elgin, pendiri Ozark Center, mengatakan anak-anak akan berpikir tidak ada gunanya berbicara dengan orang tuanya karena mereka selalu diusir. &#8221;Jika Anda terbiasa mengatakan hal-hal itu pada anak-anak sejak mereka kecil, biasanya mereka akan mengatakan hal serupa ketika dewasa.&#8221;</p>
<p>&#8221;Kamu Itu&#8230;&#8221;</p>
<p>Pelabelan pada anak adalah cara pintas untuk mengubah anak-anak. Jika seorang ibu mengatakan, &#8221;Anak saya memang pemalu&#8221;, maka anak akan menelan begitu saja label itu tanpa bertanya apa pun. Apalagi, bila kita memberikan label buruk pada anak-anak, itulah yang akan melekat dalam benak mereka. Seumur hidup.</p>
<p>&#8221;Jangan Nangis&#8221;</p>
<p>Atau, kata-kata serupa seperti, &#8221;Jangan cengeng&#8221; atau &#8221;Nangis melulu&#8221;. Padahal, untuk anak-anak yang belum dapat mengekspresikan emosi lewat kata-kata, mereka hanya dapat menyalurkannya dengan cara menangis. Adalah wajar, bila anak-anak merasa sedih atau ketakutan. &#8221;Sebenarnya, wajar saja bila ortu ingin melindungi anak mereka dari perasaan-perasaan itu. Tapi, dengan mengatakan &#8221;jangan&#8221; tidak berarti anak-anak akan lebih baik. &#8221;Ini juga akan memberikan kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih,&#8221; ujar Debbie Glasser, direktur Family Support Services.</p>
<p>Lebih baik, katakan pada anak bahwa Anda memahami perasaan sedih yang dia alami. &#8221;Ibu paham kamu takut dengan ombak. Ibu janji tidak akan melepaskan tanganmu lagi, Nak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221;Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?&#8221;</p>
<p>&#8221;Lihat tuh, Doni rapi banget mengancing bajunya. Kok kamu tidak bisa?&#8221;</p>
<p>Para pakar menilai wajar orang tua membandingkan anak-anaknya. Ini akan menjadi referensi terhadap perkembangan anak-anak. Namun, tolong, jangan katakan ini di depan anak-anak. Ini karena tiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka punya kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti Anda menginginkan anak Anda menjadi orang yang berbeda.</p>
<p>sumber republika.co.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=133&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2012/01/18/kesalahan-komunikasi-dengan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SKILL PARENTING</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2012/01/17/skill-parenting/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2012/01/17/skill-parenting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 00:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible). Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=131&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).</p>
<p>Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.</p>
<p>Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow &#8220;Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin &amp; Mineral Agar Anak Incredible&#8221; yang digelar oleh Scott&#8217;s Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:<span id="more-131"></span></p>
<p>1. Berkomunikasilah secara positif<br />
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya &#8220;Jangan malas-malas&#8221;. Tapi akan lebih baik jika mengatakan &#8220;Ayo dong semangat belajar&#8221;.</p>
<p>2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.<br />
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan &#8220;Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya &#8220;Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik&#8221;.</p>
<p>3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.<br />
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.</p>
<p>4. Hindari memotong pembicaraan.<br />
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.</p>
<p>5. Fokus pada tujuan<br />
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, &#8220;Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,&#8221;. Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.</p>
<p>6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat<br />
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, &#8220;Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.&#8221;</p>
<p>7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman<br />
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.</p>
<p>8. Membangun aturan sederhana.<br />
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.</p>
<p>9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif<br />
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=131&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2012/01/17/skill-parenting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asfco LPMP Jogjakarta</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2009/11/09/asfco-lpmp-jogjakarta/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2009/11/09/asfco-lpmp-jogjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan dan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Penjaminan mutu pendidikan menjadi sebuah tuntutan menuju sekolah yang mampu menjawab tantangan perkembangan jaman. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari institusi pendidikan juga harus mempunyai model penjaminan mutu memenuhi persyaratan. Need Assesment sebagai dasar dalam penyusun program layanan harus mempunyai standarisasi instrument  yang digunakan untuk melakukan penilaian kebutuhan. Diskusi panjang ini telah mulai dilakukan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=125&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjaminan mutu pendidikan menjadi sebuah tuntutan menuju sekolah yang mampu menjawab tantangan perkembangan jaman. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari institusi pendidikan juga harus mempunyai model penjaminan mutu memenuhi persyaratan. Need Assesment sebagai dasar dalam penyusun program layanan harus mempunyai standarisasi instrument  yang digunakan untuk melakukan penilaian kebutuhan. Diskusi panjang ini telah mulai dilakukan di Lembaga penjaminan Mutu Pendidikan Prov DIY yang berkedudukan di Kalasan berikut ini draft indikator yang dihasilkan oleh kelompok SMA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>SILAHKAN DOWLOAD DISINI : <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2009/11/need-assesmeni1.doc" target="_blank">Draft Indikator</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=125&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2009/11/09/asfco-lpmp-jogjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KALENDER AKADEMIK 2009/2010</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2009/07/22/kalender-akademik-20092010/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2009/07/22/kalender-akademik-20092010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 03:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan dan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/2009/07/22/kalender-akademik-20092010/</guid>
		<description><![CDATA[silahkan download kalender akademik disini<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=121&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="KALENDER AKADEMIK SMA N 4 YK 2009/2010" href="http://patbhe-jogja.sch.id/fil3s/Kelender09-10%20jadi.xls">silahkan download kalender akademik disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=121&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2009/07/22/kalender-akademik-20092010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/110/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/110/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 03:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[MENDIDIK DENGAN MENDENGARKAN Kondisi percepatan teknologi yang mengakibatkan setiap anak mampu untuk mendapatkan teknologi secara murah dan mudah, bila anak tidak mempunyai basis pendidikan rumah yang cukup kuat akan berdampak pada konsep kepribadian dalam diri anak. Pembentukan satuan tata nilai dalam pribadi setiap anak dalam keluarga sangat penting untuk diberi penguatan-penguatan dengan bukti nyata dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=110&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-113" title="dsc_0023-edit" src="http://malieq.files.wordpress.com/2009/02/dsc_0023-edit.jpg?w=128&#038;h=84" alt="dsc_0023-edit" width="128" height="84" /><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0 false    false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1004018443; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:811764214 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:24pt;line-height:115%;">MENDIDIK DENGAN MENDENGARKAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kondisi percepatan teknologi yang mengakibatkan setiap anak mampu untuk mendapatkan teknologi secara murah dan mudah, <span> </span>bila anak tidak mempunyai basis pendidikan rumah<span> </span>yang cukup kuat akan berdampak pada konsep kepribadian dalam diri anak. Pembentukan satuan tata nilai dalam pribadi setiap anak dalam keluarga sangat penting untuk diberi penguatan-penguatan dengan bukti nyata dalam kehidupan masyarakat , sehingga anak mampu mempunyai kepribadian kuat dan benar untuk mengambil keputusan dalam menjalani hidup.<span id="more-110"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemampuan orangtua untuk mendengarkan dan menghargai setiap keinginan anak sangatlah penting sebagai basic pembentukan kepribadian yang baik, dengan orangtua mendengarkan setiap keinginan anak tanpa memotong pembicaraan merupakan suatu upaya untuk membentuk percaya diri dalam diri anak akan yakin bahwa dirinya ada dan dihargai oleh lingkungan terkecilnya ( keluarga )<span> </span>Bila anak sudah merasa dihargai dan diakui keberadaanya didalam keluarga pasti tidak akan mencari perhatian di luar rumah secara berlebihan. Dengan keterbatasan yang dimiliki oleh orangtua, seringkali orangtua terlalu cepat memotong pembicaraan seorang anak dengan tanpa mampu menghargai pendapat anak kita atau bahkan lebih buruk lagi jika orangtua tanpa memberikan penjelasan yang dapat diterima seorang anak berusaha membabat habis keinginan anak tentang proses kehidupan. Disisi yang lain ada beberapa orangtua yang membebankan keinginannya yang tidak dapat diraih kepada anak dengan tanpa melihat kelebihan dan kelemahan anak tersebut, sehingga anak merasa tidak hidup dengan dirinya sendiri tetapi sekedar menjalankan hidup orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Disisi lain kondisi mental anak yang kurang dihargai atau jarang diakui pendapatnya<span> </span>dihadapan kedua orangtuanya maka anak akan mencari penghargaan ditempat yang lain mereka adalah teman sebayanya atau orang yang dipercaya yang seringkali mempunyai pengetahuan yang kurang luas, dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung lebih suka bercerita / curhat pada teman sebayanya bila dirumah tidak pernah di dengarkan ( komunikasi ) dengan orangtua. Pada masa sekarang teman sebaya banyak memberikan pengaruh kepada anak dalam menyikapi hidupnya namun bila anak memiliki kepribadian yang kuat dari rumah dan merasa bahwa dirinya diakui oleh anggota keluarganya maka yang akan muncul adalah kepribadian dasar dari rumah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemampuan orangtua untuk mendengarkan setiap keinginan anak adalah menjadi penting , walaupun tidak harus memenuhi setiap keinginan anak dengan mampu memberikan pemahaman-pemahaman yang cukup kepada anak hal ini sudah mampu sebagai pengganti atas keinginannya yang tidak kesampaiandalam mendengarkan orangtua juga<span> </span>harus sadar bahwa kondisi anak yang penuh ingin tahu dengan segala kondisi keterbatasan harus kita pahami, disamping kondisi orangtua yang mulai terjebak dalam rutinitas yang melelahkan kemampuan orangtua<span> </span>untuk memahami setiap kondisi remaja akan menghasilkan ketahanan dalam mendengarkan setiap pembicaraan dengan anak. Masih banyak orang menganggap sepele kemampuan mendengarkan ini, sebenarnya mendengarkan memiliki dampak yang banyak<span> </span>dalam pembentukan kepribadian anak seperti rasa percaya diri, keinginan untuk berprestasi dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada 3 type motif anak bercerita kepada orangtuanya</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Mencari penyelesaian sebuah masalah</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">Dalam type ini anak biasanya memberikan gambaran yang lengkap dan jelas tentang sebuah kondisi / perisitiwa yang terjadi dan memberikan fakta-fakta lain bila dibutuhkan.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Mencari pembenaran / Pembelaan dalam pengambilan keputusan</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">Ceritnya cenderung memberikan gambaran yang menguntungkan dirinya atau membangun opini sesuai dengan keinginannya dan cenderung mengabaikan fakta bahkan berani memberikan cerita fiktif demi pembelaan kondisi yang diinginkan</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong>Mengadu / buang sebel </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">Cerita yang diberikan selalu bermotif kejengkelan / kegembiraan yang meluap dan cerita ini sering dilakukan secara berualang-ulang</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/maliq/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" alt="" hspace="12" width="120" height="181" align="left" /><!--[endif]--><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:right;" align="right"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=110&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/110/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://malieq.files.wordpress.com/2009/02/dsc_0023-edit.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_0023-edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PETA PIKIRAN</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/peta-pikiran/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/peta-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 02:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[. Pendahuluan Pada dasarnya, semua anak kreatif, orang tua dan guru hanya perlu menyediakan lingkungan yang benar untuk membebaskan seluruh potensi kreatifnya. Di dalam pendidikan anak usia dini, orang tua dan guru bukanlah pengajar. Orang tua dan guru diharapkan memberikan stimulasi pada anak, sehingga terjadi proses pembelajaran yang berpusat pada anak.  Stimulasi dapat diberikan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=101&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">. Pendahuluan<br />
Pada dasarnya, semua anak kreatif, orang tua dan guru hanya perlu menyediakan lingkungan yang benar untuk membebaskan seluruh potensi kreatifnya. Di dalam pendidikan anak usia dini, orang tua dan guru bukanlah pengajar. Orang tua dan guru diharapkan memberikan stimulasi pada anak, sehingga terjadi proses pembelajaran yang berpusat pada anak. <span id="more-101"></span><!--more--></p>
<p>Stimulasi dapat diberikan dengan cara memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi kreatif. Biarkan anak dengan bebas melakukan, memegang, menggambar, membentuk, ataupun membuat dengan caranya sendiri dan menguraikan pengalamannya sendiri. Bebaskan daya kreatif anak dengan membiarkan anak menuangkan imajinasinya. Ketika anak mengembangkan keterampilan kreatif, maka anak tersebut juga dapat menghasilkan ide-ide yang inovatif dan jalan keluar dalam menyelesaikan masalah serta meningkatkan kemampuan dalam mengingat sesuatu. Suatu cara yang mampu menyalakan percikan-percikan kreativitas anak usia dini adalah dengan membebaskan anak menuangkan pikirannya.</p>
<p>II. Masalah-masalah yang Terjadi dalam Proses Menuangkan Pikiran</p>
<p>Otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik seperti membaca, bahasa dan berhitung. Sedangkan belahan otak kanan berfungsi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Kedua belahan otak tersebut memiliki fungsi, tugas, dan respons berbeda dan harus tumbuh dalam keseimbangan.</p>
<p>Dalam proses menuangkan pikiran, manusia berusaha mengatur segala fakta dan hasil pemikiran dengan cara sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan dari awal, dengan harapan bahwa akan lebih mudah mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari. Sayangnya, sistem pendidikan modern memiliki kecenderungan untuk memilih keterampilan-keterampilan “otak kiri” yaitu matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan dari pada seni, musik, dan pengajaran keterampilan berpikir, terutama keterampilan berpikir secara kreatif.</p>
<p>Sebenarnya, anak-anak dapat menuangkan pikiran dengan caranya masing-masing. Proses menuangkan pikiran menjadi tidak beraturan atau malah tersendat ketika anak-anak terjebak dalam model menuangkan pikiran yang kurang efektif sehingga kreativitas tidak muncul. Model dikte dan mencatat semua yang didiktekan pendidik, mendengar ceramah dan mengingat isinya, menghafal kata-kata penting dan artinya terjadi dalam proses belajar dan mengajar di sekolah atau di mana saja menjadi kurang efektif ketika tidak didukung oleh kreativitas pendidik atau anak itu sendiri. Masalah-masalah lain muncul ketika anak berusaha mengingat kembali apa yang sudah didapatkan, dipelajari, direkam, dicatat atau yang dahulu pernah diingat. Beberapa anak mengalami kesulitan berkonsentrasi, atau ketika mengerjakan tugas. Ini terjadi dikarenakan catatan ataupun ingatannya belum teratur. Untuk itu dibutuhkan suatu alat untuk membantu otak berpikir secara teratur.</p>
<p>III. Menggunakan Peta Pikiran untuk Keluar dari Masalah</p>
<p>Sistem berpikir secara teratur sebenarnya sudah mulai dikembangkan para ahli Yunani. Sistem ingatan yang dikembangkan oleh orang-orang Yunani yang memungkinkan mereka untuk mengingat kembali ratusan dan ribuan fakta dengan sempurna. Sistem ingatan dari Yunani ini berdasarkan Imajinasi dan Asosiasi. Berdasarkan kekuatan Imajinasi dan Asosiasi ini, Toni Buzan menemukan suatu alat berpikir yang berdasarkan cara kerja alamiah otak, alat yang sederhana, yang benar-benar mencerminkan kreativitas dan kecemerlangan alamiah dalam proses berpikir, yaitu dengan peta pikiran (mind map®).</p>
<p>Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif. Peta pikiran merupakan alat yang membantu otak berpikir secara teratur. Semua peta pikiran mempunyai kesamaan. Semuanya menggunakan warna. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Secara harfiah peta pikiran akan “memetakan” pikiran-pikiran.</p>
<p>Untuk mengajak anak membuat peta pikiran, diperlukan beberapa hal, yaitu kertas kosong tak bergaris, pena atau spidol berwarna, otak dan imajinasi. Tujuh langkah dalam membuat Peta pikiran : (1) Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya di letakkan mendatar, (2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama (3) Gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup, (4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya, (5) buatlah garis hubung yang melengkung , (6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis, (7) Gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata.</p>
<p>Kegiatan membuat peta pikiran dapat dimulai dengan pertanyaan, misalnya tema binatang “Kalau kamu mendengar kata binatang apa yang terlintas di pikiranmu?” Biarkan anak menggambar atau menuliskan apa yang menjadi imajinasinya. Tidak ada jawaban atau pendapat anak yang salah, karena semua pendapat adalah benar. Ini akan terlihat dari cabang yang akan mereka buat yang memperinci pendapat sebelumnya.</p>
<p>Bahasa gambar adalah cara penyampaian informasi dengan menggunakan gambar. Bahasa gambar digunakan pada peta pikiran karena otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual, bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna. Inilah sebabnya anak akan lebih mengingat informasi jika menggunakan gambar untuk menyajikannya. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Dengan kombinasi warna, gambar, dan cabang-cabang melengkung, peta pikiran lebih merangsang secara visual daripada metode pencatatan tradisional, yang cenderung linear dan satu warna.</p>
<p>Para jenius kreatif menggunakan bahasa gambar untuk menyusun, mengembangkan, dan mengingat pikiran mereka. Sebagai contoh, Leonardo da Vinci. Leonardo menggunakan gambar, diagram, simbol, dan ilustrasi sebagai cara termurni untuk menangkap pikiran-pikiran yang bermunculan di otaknya dan mencurahkannya di kertas. Baginya, bahasa kata-kata berada di tempat kedua sesudah bahasa gambar dan digunakan untuk memberi label, menunjukkan atau menjelaskan pikiran dan penemuan kreatifnya. Gambar-gambar membantu Leonardo menjelajah pikirannya dalam berbagai bidang, seni, ilmu faal, permesinan, akuanautik, dan biologi. Contoh lain adalah Richard Feynman, fisikawan pemenang Hadiah Nobel, ketika masih muda menyadari bahwa imajinasi dan visualisasi adalah bagian terpenting dari proses pemikiran kreatif. Dengan begitu ia memainkan permainan-permainan imajinasi dan belajar menggambar. Ia menempatkan seluruh teori kuantum elektrodinamik ke bentuk visual dan diagramatik yang baru. Ini menjurus ke pengembangan diagram Feynman yang sekarang terkenal itu – representasi gambar dari interaksi partikel, yang sekarang digunakan murid di seluruh dunia untuk membantu mereka memahami, mengingat, dan menciptakan ide-ide dalam realisme fisika dan ilmu umum.</p>
<p>Ada angapan bahwa proses berpikir diatur dalam prinsip matematis penambahan sederhana, dimana setiap kali menambah satu data tunggal baru atau pikiran baru ke dalam otak, berarti hanya akan menambah satu bahan ke gudang penyimpanan. Kenyataannya tidaklah demikian; sebenarnya, otak bekerja secara sinergis. Di dalam sebuah sistem sinergis, keseluruhan adalah lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Dengan peta pikiran, menjadikan anak memiliki perpustakaan raksasa, berisi sejumlah informasi tentang segala hal yang ingin anak ketahui. Di dalam perpustakaan raksasa ini, informasi diarsipkan dalam susunan yang sempurna.</p>
<p>Dalam segala hal peta pikiran dapat diguanakan. Ajak anak membuat peta pikiran setiap saat. Seperti dalam bukunya, “Mind map untuk anak” Tony Buzan mengajak untuk menggunakan peta pikiran di setiap kesempatan. Misalnya membuat peta pikiran tentang “Aku”. Dengan mengajak anak mengenal dirinya sendiri, gambar dirinya, kegiatan yang dilakukannya, kesukaannya, kesayangannya, orang terdekatnya, cita-cita, khayalannya, binatang peliharaan atau lainnya. Contoh lainnya yaitu mengajak anak membuat peta pikiran untuk merencanakan liburan. Menentukan kapan waktu pelaksanaannya, tempat, siapa yang ikut, transportasi yang digunakan, akomodasi yang perlu disiapkan, barang yang akan dibawa, dokumentasi, dan seterusnya menggunakan gambar dan kata-kata kunci. Peta pikiran juga dapat dibuat misalnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah, mengajak anak membuat cerita, membuat surat, atau mencari tahu kado yang tepat diberikan kepada ayah atau ibu di hari ulang tahun mereka .</p>
<p>IV. Manfaat Peta Pikiran</p>
<p>Peta pikiran memberikan banyak manfaat. Peta pikiran, memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas, memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada. Keuntungan lain yaitu mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat, mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru, merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang, dibaca, direnungkan dan diingat.</p>
<p>Untuk anak-anak, peta pikiran memiliki manfaat, yaitu : membantu dalam mengingat, mendapatkan ide, menghemat waktu, berkonsentrasi, mendapatkan nilai yang lebih bagus, mengatur pikiran dan hobi, media bermain, bersenang-senang dalam menuangkan imajinasi yang tentunya memunculkan kreativitas.</p>
<p><a title="Abdul Malik's Facebook profile" href="http://www.facebook.com/people/Abdul-Malik/1129292495" target="_TOP"><img src="http://badge.facebook.com/badge/1129292495.202.178431214.png" border="0" alt="Abdul Malik's Facebook profile" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=101&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2009/02/27/peta-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://badge.facebook.com/badge/1129292495.202.178431214.png" medium="image">
			<media:title type="html">Abdul Malik&#039;s Facebook profile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDAHNYA PANTAI GRENEHAN GUNKID</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2008/12/11/indahnya-pantai-grenehan-gunkid/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2008/12/11/indahnya-pantai-grenehan-gunkid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 11:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Kekuasan Alloh, haruslah kita pelajari untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh. Tadabur alam menjadi wahana untuk lebih melihat kekuasaanya. Selasa 9 Desember 2008  mencoba untuk Tadabur Alam di Pantai Grenehan Saptosari, Gunung Kidul.  Setelah melakukan rihlah dakwah dan penyerahan hewan Qurban di dusun Pakel , Planjan, Saptosari Gunkid yang lokasinya berdekatan dengan pantai Ngrenehan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=87&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekuasan Alloh, haruslah kita pelajari untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh. Tadabur alam menjadi wahana untuk lebih melihat kekuasaanya. Selasa 9 Desember 2008  mencoba untuk Tadabur Alam di Pantai Grenehan Saptosari, Gunung Kidul.  Setelah melakukan rihlah dakwah dan penyerahan hewan Qurban di dusun Pakel , Planjan, Saptosari Gunkid yang lokasinya berdekatan dengan pantai Ngrenehan dan Ngobaran, seluruh tim yang berjumlah 11 orang melanjutkan touring Tadabur Alam ke pantai. Subhanallloh  sungguh indah pantai ini dan ikannya banyak. Akhirnya saya pulang dengan membawa ikan layur sebagai oleh-oleh yang dirumah<img class="aligncenter size-full wp-image-88" title="dsc_03544" src="http://malieq.files.wordpress.com/2008/12/dsc_03544.jpg?w=500&#038;h=331" alt="dsc_03544" width="500" height="331" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=87&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2008/12/11/indahnya-pantai-grenehan-gunkid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://malieq.files.wordpress.com/2008/12/dsc_03544.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc_03544</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMILIH PERGURUAN TINGGI</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2008/11/29/memilih-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2008/11/29/memilih-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 02:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan dan Konseling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anak yang sudah mengetahui apa bakat dan minatnya dan terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan. Masalahnya di masa ini banyak siswa SMA yang sulit ambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri bahkan untuk hal-hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=62&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/ugmupload.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-66" title="ugmupload" src="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/ugmupload.jpg?w=500" alt="ugmupload"   /></a></p>
<p>Bagi anak yang sudah mengetahui apa bakat dan minatnya dan terbiasa mengambil keputusan sendiri, tidak banyak mengalami kendala dalam memilih jurusan. Masalahnya di masa ini banyak siswa SMA yang sulit ambil keputusan karena tidak tahu apa bakat dan minatnya, dan banyak yang belum menemukan potensi dirinya, tidak terbiasa mengambil keputusan sendiri bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan kepentingannya, sehingga bingung ketika harus memilih jurusan dan perguruan tinggi. Belum lagi gaya ikut-ikutan teman agar ketika kuliah sudah memiliki teman yang telah dikenal, atau juga karena mengikuti pacar.</p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Kebingungan siswa ada pula yang disebabkan sikap orang tua yang memaksakan anak memilih jurusan yang ditentukan orang tua, bukan kemauan dan minat anaknya.<br />
Dampak Dari Salah Memilih Jurusan<br />
Banyak orang berpandangan, pilihlah jurusan yang gampang (gampang masuk dan gampang lulus), supaya gampang dapat pekerjaan dan gajinya besar, regardless sesuai minat atau tidak. Sebenarnya pandangan ini perlu ditinjau ulang karena memilih suatu jurusan bukanlah persoalan yang mudah. Dalam memilih jurusan, siswa perlu memperhitungakan beberapa faktor seperti kemampuan, minat, bakat, kepribadian, dll. Salah memilih jurusan punya dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak di masa mendatang. Apa saja dampaknya ?<br />
Problem psikologis<br />
Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai minat, bakat dan kemampuan, merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau itu bukan kemauan / pilihan anak, tapi desakan orang tua. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal, marah, sebal, sedih, itu semua sudah memblokir efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi. Anak kemungkinan akan berusaha setengah mati supaya hasilnya baik, but at the cost of his/her being. Dia mengabaikan panggilan hidupnya, perasaannya, demi orangtua. Kepahitan dan kegetiran, marah, penyesalan dan penasaran bisa jadi membayangi setiap langkah hidup anak. Akan tambah sedih lagi ketika dia melihat teman-temannya bisa berbahagia di atas kehidupan yang mereka pilih sendiri. Kalau anak yang dari keluarga berduit, bisa saja dengan mudahnya pindah kuliah, tapi buat mereka yang ekonominya pas pas-an, ini bisa menjadi dilemma berat. Kalau tidak ikut saran orang tua, anak merasa bersalah karena orang tua sudah susah-susah membiayai kuliah, tapi kalau mengikuti kehendak orang tua, anak tertekan karena mengabaikan panggilan jiwa. Memilih jurusan sesuai dengan saran teman atau trend, padahal tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis, yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi kalau pelajaran kian sulit, masalah semakin bertambah, bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan.<br />
Problem akademis<br />
Problem akademis yang bisa terjadi jika salah mengambil pilihan, seperti prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, kesulitan memecahkan persoalan, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar, dan buntutnya adalah rendahnya nilai indeks prestasi. Selain itu, salah memilih jurusan bisa mempengaruhi motivasi belajar dan tingkat kehadiran. Kalau makin sering tidak masuk kuliah, makin sulit memahami materi, makin tidak suka dengan perkuliahannya akhirnya makin sering bolos. Padahal, tingkat kehadiran mempengaruhi nilai.<br />
Problem relasional<br />
Salah memilih jurusan, membuat anak tidak nyaman dan tidak percaya diri. Ia merasa tidak mampu menguasai materi perkuliahan sehingga ketika hasilnya tidak memuaskan, ia pun merasa minder karena merasa dirinya bodoh, dsb hingga dia menjaga jarak dengan teman lain, makin pendiam, menarik diri dari pergaulan, lebih senang mengurung diri di kamar, takut bergaul karena takut kekurangannya diketahui, dsb. Atau, anak bisa jadi agresif karena kompensasi dari inferioritas di pelajaran. Karena dia merasa kurang di pelajaran, maka dia berusaha tampil hebat di lingkungan sosial dengan cara missal, mendominasi, mengintimidasi anak yang dianggap lebih pandai, dsb.<br />
Bagaimana Memilih Jurusan Agar Tepat?<br />
Memilih jurusan pada dasarnya merupakan sebuah proses yang sudah dimulai sejak masa anak-anak. Kesempatan, stimulasi, pengalaman apa saja yang diberikan pada anak sejak kecil secara optimum dan konsisten, itu akan menjadi bekal, modal dan fondasi minat dan bakatnya. Makin banyak dan luas exposure-nya, makin anak tahu banyak tentang dirinya, tapi makin sedikit exposure nya, makin sedikit juga pengetahuan anak tentang dirinya. Menurut Gunadi et al (2007), ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemilihan jurusan agar jurusan yang dipilih tepat, yaitu:<br />
* Mencari informasi secara detil mengenai jurusan yang diminati. Sebelum memilih jurusan, hendaknya anak punya informasi yang luas dan detil, mulai dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya, komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.<br />
* Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak tangga awal dari dari proses pencapaian karir. Anak perlu tahu realitanya, bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depannya. Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak past sukses seperti yang di iklankan.<br />
* Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan minat siswa yang bersangkutan. Jika seorang siswa memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minatnya, maka dirinya akan mampu bertahan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika dirinya tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa mempengaruhi motivasi belajar seperti yang telah dijelaskan di atas.<br />
* Berpikiran jauh ke depan melihat konsekuensi dari setiap pilihan, apakah mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam dari pasiennya; ingin jadi tentara tapi takut berperang; ingin jadi guru tetapi tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar menghadapi tantangannya.<br />
* Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan cita-cita anak. Setiap anak pasti memiliki cita-cita. Jika anak bercita-cita menjadi psikolog maka sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran. Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, anak kelak ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di kedokteran umum.<br />
* Menyiapkan beberapa alternatif. Alangkah baiknya jika anak memiliki lebih dari satu alternative untuk menjaga jika dirinya tidak masuk di alternative pertama, maka masih ada kesempatan di alternative berikutnya. Pemilihan alternative studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan kemampuan anak, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan diterima padahal tidak sesuai minat.<br />
Mengoptimalkan peran sekolah, guru dan guru Bimbingan Konseling<br />
Dukungan bagi anak selain dari orang tua, juga di peroleh dari guru di sekolah, baik guru kelas, guru mata pelajaran maupun guru bimbingan konseling. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak guru untuk membantu mengarahkan anak didik mereka kelak dalam menentukan pilihan bidang studi / jurusan :<br />
* Mengamati dan mencermati perkembangan kemampuan intelektual murid. Kemampuan intelektual sangat penting di masa kuliah, agar mudah menangkap materi dan meminimalisir hambatan yang berat. Kemampuan intelektual ini biasanya dapat dilihat dari prestasi belajarnya selama di sekolah mulai dari catur wulan awal. Guru kelas bekerja sama dengan guru bimbingan konseling memonitor perkembangan anak didik agar masalah yang terjadi di tengah jalan dapat di tangani sebelum menjadi masalah yang berat.<br />
* Memberikan tes minat bakat menjadi salah satu cara untuk mengeksplorasi minat dan bakat anak. Tes minat bakat biasanya dilakukan ketika anak masih belum dapat memutuskan ke mana minat dan bakatnya sementara banyak alternative jurusan yang dapat dia pilih.<br />
* Memberikan penjelasan pada orang tua mengenai pemilihan jurusan dan bentuk dukungan untuk anak. Sejak awal mula sekolah, para guru bisa menghimpun para orang tua untuk ikut mencermati kemampuan, minat, bakat anaknya supaya baik orang tua bisa berpartisipasi dalam mengarahkan anak memilih jurusan yang tepat.<br />
* Memberikan bimbingan pada anak didik untuk tetap tekun dalam masa kuliah, mampu mendorong / memotivasi diri sendiri serta mampu melawan virus-virus kebosanan yang muncul.<br />
* Menyiapkan mental anak didik dalam berbagai bentuk latihan dan tempaan, agar mereka tidak hanya siap materi namun juga siap mental menghadapi tekanan dan tantangan yang akan dihadapi.<br />
Sejak awal, peran sekolah ini sangat penting karena pola pikir, minat, prestasi anak sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang ia peroleh di sekolah dan juga apa yang terjadi di sekolah. Misalnya, kalau sekolah itu berkualitas dan berprestasi, maka anak pun akan memilih yang berkualitas, bukan yang sekedarnya atau seadanya. Apalagi, kalau sekolah tersebut perlunya kerja sama dengan lembaga pendidikan lain, atau perguruan tinggi yang berkualitas baik di dalam maupun di luar negeri, hal ini membuat anak punya benchmark universitas maupun target pilihan jurusan yang tinggi. Jika pihak sekolah punya standard kualitas mutu yang tinggi, maka biasanya para guru juga akan mendorong anak didik mereka untuk mencapai target yang tinggi (berkualitas) misalnya supaya bisa diterima di beberapa perguruan tinggi yang dikenal terbaik dalam beberapa jurusan.<br />
Mengoptimalkan dukungan Orang Tua<br />
Peran orang tua sangat penting dalam mendukung anak menentukan pilihan dan jalan hidup mereka. Itu sebabnya, sering dikatakan bahwa pada saat anak tumbuh remaja, posisi orang tua bukan lagi orang tua seperti dulu tapi lebih sebagai teman. Orang tua bisa menjadi tempat curhat dan konsultasi yang nyaman, tanpa harus cemas kalau-kalau mereka tidak punya hak suara. Di atas telah dijelaskan dampak psikologis, akademis dan sosial kalau orang tua lah yang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=62&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2008/11/29/memilih-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/ugmupload.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ugmupload</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CHEK LIST NEED ASSESMENT ( hasil Workshop guru BK )</title>
		<link>http://malieq.wordpress.com/2008/11/27/chek-list-need-assesment-hasil-workshop-guru-bk-2/</link>
		<comments>http://malieq.wordpress.com/2008/11/27/chek-list-need-assesment-hasil-workshop-guru-bk-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 01:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>malieq</dc:creator>
				<category><![CDATA[MGP KOTA JOGJAKARTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malieq.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Dinas pendidikan kota Yogyakarta dalam rangka untuk meningkatkan profesionalitas Guru Bimbingan dan Konseling mengadakan workshop kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kegiatan ini bagi guru Bimbingan dan Konseling lebih di fokuskan dalam mengembangkan perangkat Bimbingan dan Konseling dalam jalur pendidikan formal dengan mengacu Rambu-rambu penyelenggaraan Bimbingan Konseling dalam jalur pendidikan formal. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=54&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/img_0247a1.jpg"></a><a href="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/uopload-mgpa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-60" title="uopload-mgpa" src="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/uopload-mgpa.jpg?w=500" alt="uopload-mgpa"   /></a>Dinas pendidikan kota Yogyakarta dalam rangka untuk meningkatkan profesionalitas Guru Bimbingan dan Konseling mengadakan workshop kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kegiatan ini bagi guru Bimbingan dan Konseling lebih di fokuskan dalam mengembangkan perangkat Bimbingan dan Konseling dalam jalur pendidikan formal dengan mengacu Rambu-rambu penyelenggaraan Bimbingan Konseling dalam jalur pendidikan formal. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Bapak Drs. H. Syamsury, MM. Kegiatan yang di pandu oleh Bapak Rochmat dari bagian kurikulum Dinas Pendidikan kota Yogyakarta ini dilaksanakan selama tiga hari dari Tanggal 20 – 22 November 2005 bertempat di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, diikuti oleh 20 Guru Bimbingan Konseling SMA Di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menghasilkan rumusan Program kerja sederhana menurut Rambu-rambu Penyelenggaraan dalam jalur pendidikan formal serta mengembangkan checklist need assessment dari aspek kemandirian siswa.</p>
<p>SILAHKAN DI DOWNLOAD DISINI  <a href="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/chek-list-need-assesment-program-bk2.docx">CHEK LIST NEED ASSESMENT</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/malieq.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/malieq.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=malieq.wordpress.com&amp;blog=1292772&amp;post=54&amp;subd=malieq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malieq.wordpress.com/2008/11/27/chek-list-need-assesment-hasil-workshop-guru-bk-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">malieq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://malieq.files.wordpress.com/2008/11/uopload-mgpa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uopload-mgpa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
